Cara Menjadi Agen Properti Freelance

Batjokes.com – Cara menjadi agen properti freelance. Bisnis properti memang tak memiliki intensitas transaksi tinggi dibandingkan bisnis lain, namun sekali mendapatkan transaksi, keuntungannya bukan main.

Maka tidak heran bila banyak orang yang mencoba peruntungan jadi agen properti. Meski untuk memulai cara menjadi agen properti, namun semangat dan konsistensi harus tetap dipertahankan.

Tentu saja ada beberapa tips dan cara menjadi agen properti, khususnya freelance, agar sesorang bisa mencapai kesuksesan. Tanpa itu, agen properti hanya akan jalan di tempat atau bahkan menemui kebangkrutan.

Untuk itu pada kesempatan ini kami akan menguraikan kepada Anda beberapa tips dan cara menjadia gen properti freelance terbaru supaya sukses Anda dapat melihat ulasannya di bawah ini.

Apa itu Agen Properti Freelance

Agen properti freelance adalah agen properti yang bekerja secara mandiri, bukan dari badan usaha atau bekerja sebagai agen perusahaan orang lain. Dalam hal ini, biasanya agen memanfaatkan situs jual beli properti online.

Di situ, seorang agen bisa menemukan properti yang cocok untuk calon kliennya. Entah itu rumah, apartemen, kos-kosan, kontrakan, ruko, gedung, gudang, atau bahkan kavling yang dijual serta disewakan.

Menjadi agen properti freelance sangat menguntungkan, selain karena keuntungnanya besar sekali transaksi, pekerjaan juga bisa dijalani lebih mobile. Bila Anda ingin tahu cara jadi agen properti freelance, berikut ulasannya.

Cara Daftar Menjadi Agen Properti Freelance

Sebenarnya tak jauh berbeda dengan cara menjadi agen Sido Muncul, karena untuk jadi agen properti freelance dibutuhkan tips dan berbagai macam hal yang perlu diperhatikan. Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Kumpulkan Listing

Pertama-tama, Anda harus mengumpulkan listing terlebih dahulu mengenai properti yang akan dipasarkan. Anda bisa cari secara offline dengan mencari rumah yang memasang spanduk bertuliskan dijual atau disewakan.

Kemudian Anda bisa hubungi kontak pemilik properti tersebut atau pemilik rumah, tawarkan kerja sama Anda membantu mencarikan pembeli dan menguruskan proses transaksi jual beli. Jangan lupa bahas soal imbalan berupa komisi setelahnya.

Setelah negosiasi berhasil, Anda bisa minta agar spanduk tersebut mencantumkan nomor telepon Anda sebagai contact person. Anda juga bisa mendapatkan listing dari developer atau pengembang properti yang sedang memasarkan produknya.

Entah itu properti yang siap huni, inden, dan sebagainya. Anda di sini akan menjadi sales freelance yang bersedia memasarkan unit dan mendapatkan komisi sesuai yang sudah disetujui bersama.

2. Pasarkan Listing

Setelah mendapatkan listing, jangan lupa kumpulkan informasi lengkap mengenai properti tersebut. Mulai dari foto eksterior, interrior, spesifikasi properti, sampai dengan foto jalan akses menuju properto.

Data pelengkap seperti jumlah kamar tidur, luas bangunan, dan sebagainya juga harus diketahui. Apabila sudah, Anda bisa memasarkan properti tersebut secara online melalui situs aplikasi jual beli rumah.

Agar lebih menjangkau banyak orang, Anda juga dapat memperluas peluang penjualan dengan memasarkan lewat media sosial atau promosi langsung dari mulut ke mulut. Sehingga, properti tersebut bisa lebih cepat dipertemukan dengan pembeli.

3. Pemasaran dan Follow Up Klien

Dalam tahap transkasi, biasanya calon pembeli akan melakukan survey lokasi atau properti terlebih dahulu setelah menghubungi Anda. Jika sudah melakukan negosiasi dan kesepakatan harga, calon pembeli bisa memberikan uang tanda jadi kepada Anda.

Setelah beberapa hari, pembayaran uang muka dan pelunasan bisa dilakukan secara langsung atau melalui perantara pihak bank. Terakhir, dilakukanlah penandatanganan akta jual beli dan disaksikan oleh pihak notaris.

Kelebihan Agen Properti Independen

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum terjun ke bisnis agen properti independen atau freelance. Bila dilihat dari segi penghasilan, agen bisa memperoleh komisi bersih yang lebih besar dibandingkan yang bergabung dengan broker.

Anda juga dapat menentukan sendiri waktu dan jadwal kerja sesuai keinginan tanpa harus terikat oleh perusahaan. Meski demikian terdapat beberapa kekurangan yang harus diakui dan dijadikan bahan pertimbangan.

Agen properti yang bergabung ke broker akan dilindungi oleh badan hukum. Hal ini bisa melindungi para agen dari kejadian buruk seperti ketika ada pembeli yang tidak memberikan komisi kepada agen setelah transaksi dilakukan.

Mekanisme Keuntungan dan Komisi

Berbeda dengan agen yang bergabung dengan broker atau kantor agen, Anda bisa mendapatkan komisi sesuai kesepakatan dengan pemilik properti. Misalnya bila pemilik ingin menetapkan harga bersih tanpa biaya transaksi, maka Anda bisa memberikan banderol harga yang diinginkan.

Biaya transaksi ini mencakup beberapa hal:

  • Untuk properti baru terdapat biaya sertifikasi (pemecahan AJB dan BPHTB), biaya KPR (apabila pembayaran melalui pembiayaan KPR), biaya notaris, biaya materai, serta pemeliharaan lingkungan.
  • Untuk properti seken, terdapat biaya ekstra seperti pajak pembeli, pajak penjual, AJB/Balik nama biaya notaris. Untuk NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) umumnya sudah tertera di PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

Sementara itu ada juga sejumlah pemilik properti yang memberikan komisi pada broker properti freelance sesuai persentase harga jual. Ada yang memberi 1%, 1,5% dan ada pula hingga 2,5%.

Akhir Kata

Mungkin hanya cukup sampai di sini terlebih dahulu pembahasan serta penjelasan dari kami mengenai cara daftar menjadi agen properti freelance. Semoga Anda bisa jadi agen properti freelance yang sukses di masa depan.