Agen Hayati

Batjokes.com – Agen hayati. Agens hayati yang dimaksud di sini bukanlah sebuah bisnis yang bisa membuat kita mendapat keuntungan finansial, melainkan lebih kepada sebuah organisme yang hidup.

Pengertian ini sering muncul pada pelajaran Biologi tingkat SMA atau kuliah. Bila Anda ingin mengetahui apa itu agen atau agens hayati, maka bisa menyimak penjelasannya yang ada di bawah ini.

Kami sudah merangkum pengertian dan juga definisi di bawah ini dari berbagai sumber. Silahkan langsung saja simak pembahasan dan penjelasan lengkapnya pada uraian berikut.

Baca: Agen Le Minerale Galon

Definisi Agen Hayati

Agen hayati adalah setiap organisme berupa jamur, bakteri, virus, nematoda, serangga, dan hewan lain yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Biologis ini sudah ada di alam, tetapi keberadaannya tidak merata, sehingga perlu ditingkatkan jumlahnya di lapangan. Melalui Bimbingan Teknis Padat Karya (Bimtek) yang dipimpin oleh Dosen Senior (Ir. Sri Suryani M.Rambe, M.Agr).

Selain itu juga Peneliti (Kusmea Dinata, SP) BPTP Bengkulu, hingga 53 orang dari Poktan dekat Kota Bengkulu peserta Bimtek mendapatkan akses hingga inovasi teknologi pembuatan agens hayati pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Bimbingan teknis dilaksanakan beberapa waktu lalu (30/3/2021) di kantor BPTP Bengkulu. Selain pengenalan, praktik perbanyakan biologik Trichoderma juga dilakukan. Jamur (Trichoderma) jenis biologis diperbanyak.

Dengan cara mengukus beras/jagung yang sudah dihaluskan, kemudian ditiriskan dan dimasukkan ke dalam plastik sebanyak 2 sendok makan, dikukus kembali dalam panci selama 15-20 menit.

Kemudian setelah itu, langsung didinginkan dan diinkubasi selama 1 minggu. Dapat diaplikasikan pada tanaman dengan cara disemprot atau disiram dengan takaran 1-2 gram per liter air.

Fungsi Agen Hayati

Dalam tahap perkembangannya, biologi dapat digunakan untuk mengendalikan hama atau organisme yang mengganggu tanaman selama produksi, serta untuk mengelola produk pertanian untuk tujuan lain.

Intervensi manusia diperlukan untuk mengendalikan hama dengan menyebarkan dan melepaskan agen biologis ke dalam tanaman. Pengendalian hayati didasarkan pada berbagai pengetahuan dasar ekologi.

Terutama teori pengaturan populasi pengendali alam dan keseimbangan ekosistem. Musuh alami yang terdiri dari predator, tawon parasit dan patogen merupakan pengendali alami utama hama, dan perannya.

Pengendalian Hayati

Pengendalian hayati sekarang meliputi: pengendalian hama hewan, penyakit tanaman dan gulma, dan agen pengendalian hayati terdiri dari unsur-unsur berikut:

1. Pemangsa

Artinya, organisme memangsa organisme lain yang lebih kecil atau lebih lemah dari dirinya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Organisme lain yang dimangsa oleh predator disebut mangsa, dan proses interaksi disebut predasi.

2. Parasitoid

Artinya, organisme yang menjadi parasit di dalam atau di permukaan tubuh, akhirnya menyebabkan kematian organisme lain di dalamnya. Organisme lain yang dibawa oleh tawon parasit disebut inang, dan proses interaksinya disebut parasitisme. Tawon parasit biasanya lebih kecil dari inangnya.

3. Patogen

Artinya, organisme mikroskopis yang menjadi parasit di dalam atau di tubuh dan akhirnya menyebabkan kematian organisme lain yang diserangnya. Organisme lain yang diserang oleh patogen disebut inang.

4. Antagonis

Artinya, organisme mikroskopis yang merugikan organisme lain melalui parasitisme, sekresi antibiotik, kerusakan fisik, dan bentuk penghambatan lainnya seperti persaingan nutrisi dan ruang pertumbuhan.

5. Herbivora

Artinya, organisme yang memakan rumput liar tetapi tidak memakan tumbuhan lain yang bermanfaat. Itulah sedikit penjelasan mengenai agen-agen hayati. Nah, apakah teman-teman Tania sudah paham biologi?

Kesimpulan

Artikel mengenai pengertian agen hayati sudah selesai kami bahas pada penjelasan di atas. Semoga ulasan yang kami sampaikan mengenai cara jadi agen Hayati bisa membuat Anda menjadi lebih paham.